Sunday, August 12, 2018

Membuat Kain dengan Desain Pribadi (2)

Di post sebelumnya saya sudah membahas teknik Sablon dan Batik untuk membuat desain kain sendiri. nah kali ini saya ingin cerita tentang teknik ikat celup, lukis, dan cetak.


3. Teknik ikat celup
Teknik ini untuk pertama kalinya saya kenal di sebuah kawasan perajin kain Sasirangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di kawasan ini banyak penduduk membuat kain khas Banjar dengan mengikat kain sedemikian rupa menggunakan karet. Karet merupakan bahan yang kedap terhadap air sehingga ketika dicelup, kain tidak terkena warna dan tetap berwarna putih seperti warna dasar kain yang dijadikan bahan untuk membuat Sasirangan.

Para perajin bekerja di rumah-rumah. Batik menjadi bisnis keluarga di kawasan Sasirangan. kain-kain tidak hanya dijadikan lembaran kain tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kopiah, dompet, tas, kemeja, kaos, taplak meja, sandal, dan lainnya.

Di Indonesia, selain di Kalsel, teknik ini juga dikenal di daerah Yogyakarta dan Palembang dengan nama Jumputan. Teknik ikat celup merupakan teknik membuat kain motif kain yang banyak dikenal di berbagai negara,  seperti di Jepang, teknik ini dikenal dengan nama Shibori dan tie dye di Amerika.
Oh ya, teknik ikat celup ini paling mudah untuk dipelajari. Bahkan anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak bisa mengenal  teknik ini. Saya sendiri mengajarkan teknik ini pada anak saya dengan cara mencelup kertas tisu ke berbagai wadah yang telah diisi pewarna makanan. Dengan teknik melipat tisu yang berbeda akan dihasilkan beragam motif jumputan.

4.  Teknik Melukis
Teknik ini juga cukup populer dan pernah sangat populer di awal tahun 2000-an. Banyak muncul perajin-perajin lukis kain, baik melukis dengan kuas dan cat tekstil, melukis dengan crayon yang warnanya dilekatkan dengan pemanasan menggunakan setrika,  maupun melukis dengan teknik air brush. 

Kain lukis ini tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakaian, tapi juga diaplikasikan pada tas, sepatu, sandal, mukena, dan lainnya.


5. Teknik Cetak
Nah, sejak tahun lalu mulai  banyak, kan kita lihat instagrammer yang memamerkan kain desain mereka sendiri. ya saat ini membuat kain dengan desain sendiri itu lebih mudah dan instan karena teknik cetak kain sudah masuk ke berbagai kota. Banyak perusahaan bidang jasa percetakan juga menambahkan layanan mencetak di atas media kain.

Kita tinggal bawa saja desain kain yang sudah dibuat, lalu pilih kain, dan tunggu. Taraaaaaa...tak pakai lama, kain yang diinginkan pun sudah jadi. Jangan lupa bayar ke kasir.

Sayangnya teknik ini tidak cukup bagus jika dicetak di atas kain katun. Biasanya perusahaan percetakan sudah menyediakan jenis kain sebagai media cetak. Semua warna bahan harus putih agar warna sesuai dengan yang diinginkan. Jadi kalau menginginkan warna dasar kain itu hijau, merah, biru, ungu, atau lainnya sebaiknya buat warna itu dari desainnya. jadi kita serahkan desain dengan  warna penuh. Oh ya harga mencetak kain paling minim berkisar Rp. 80.000/m2.

Nah jadi mau mencoba membuat kain dengan motif sendiri? Silahkan pilih tekniknya. (Yenti Aprianti)

Membuat Kain dengan Desain Pribadi (1)



Sempet kepikiran pingin bikin desain motif kain sendiri. Tapi sadar diri kalau rasanya pengetahuanku masih jauh untuk menjangkau itu semua. Jadi sambil baca-baca textile desain yang ternyata ribet dan detail banget, saya pun iseng-iseng ngumpulin beberapa motif yang kayaknya lucu buat dijadikan motif kain.

Kebayang sih itu motif harus di mix and match biar bisa menghasilkan motif yang baru. Saat ini baru googling aja, ngumpul-ngumpulin aja yang kira-kira lucu dari mulai polkadot, geometri, culinary, sewing tools, bunga, arsitektur, city, dan lainnya. 

Kalau anda sendiri suka motif kain yang seperti apa?


Menemukan draft tulisan ini yang saya buat tahun 2015 lalu membuat saya mengerenyitkan dahi sendiri. Saya ingat betul, ide membuat motif kain sendiri itu muncul karena saya seing melintasi Jl. Suci, Bandung yang dipadati kios jasa pembuatan dan penyablonan kaos. Saya juga senang membeli kain, terutama berbahan katun. Bandung memudahkan saya untuk melayani kesenangan saya dalam hal melihat-lihat dan membeli kain. Kota ini memiliki sentra-sentra penjualan kain, baik kain lama maupun baru dengan berbagai jenis bahan, antara lain kawasan perbelanjaan King, pusat perdagangan kain Cigondewah, pusat denim dan toko kain lama Tamim, dan Pasar Baru.   Mengoleksi batik dari berbagai daerah dengan motif-motif khas juga memicu perhatian lebih saya pada kain. Jeleknya saya senang menumpuk kain itu tanpa mengubah wujudnya menjadi berbagai barang kreatif karena seringkali sayang untuk memotongnya.

Beberapa cara pembuatan motif kain yang pernah saya tahu antara lain sablon,ikat celup, batik, melukis, dan cetak.


1. Sablon
Teknik ini saya kenal ketika belajar di kelas Desain Grafis saat kuliah 20 tahun lalu. Sebetulnya sih kami hanya buat stiker. Tapi pengetahuan menyablon  yang ternyata mengasikkan itu tetap merupakan hal menyenangkan dalam benak saya. Saya sempat browsing kursus atau pelatihan sablon di Bandung. Saya menemukan sebuah tempat kursus usaha penyablonan. Pada tahun 2015 itu harganya berkisar Rp. 1,5 juta untuk pelatihan kelas reguler selama beberapa hari. Biaya itu meliputi materi pembuatan desain, menyablon dengan berbagai media dan teknik, serta seluk-beluk bisnis penyablonan. Saat itu saya sudah sempat berkomunikasi dengan pemilik usaha kursus tersebut dan saya harus menunggu jumlah peserta memadai. Sayangnya hingga  saat ini saya tidak mendapatkan telepon balik.

Bagi yang tertarik mempelajari penyablonan sekarang ini aksesnya semakin mudah karena sudah muncul komunitas-komunitas hobi menyablon di berbagai daerah, antara lain Komunitas Sablon Wonogiri dengan akun instagram sablonwng.co, Komunitas Sablon Jakarta  (@Jakartaserigrafia), Komunitas Sablon Jogja, Komunitas Sablon Malang, Komunitas Sablon Banten (@komunitas_sablon_banten), Komunitas Sablon Purwokerto (@purwokertokomunitassablon), Komunitas Sablon Sidoarjo (@komunitassablonsidoarjo),  Komunitas Sablon Sulawesi Tengah (@centralcelebes_screenprinters), Komunitas Sablon Ngawi (@ngawiscreenprinting), Komunitas Sablon Kulonprogo (@komunitas_psk), Komunitas Sablon kediri (@komunitassablonkediri), Komunitas Sablon Pasuruan, dan Komunitas Sablon Bogor (@salblonerbogor), dan lainnya.

Wuiiihhh....belajar nyablon jadi makin mudah dan murah tentunya dengan hadirnya komunitas-komunitas ini ya.

2. Batik
Saya mengenal batik setelah bekerja sekitar tahun 2000-an. Pekerjaan saya membuat saya harus berada di beberapa kota. Dari sekian banyak kota itu, beberapa kota memiliki daerah khusus pembuatan batik. Kawasan batik yang saya kenal untuk pertama kalinya adalah kawasan
Paoman, Indramayu. Letaknya tidak jauh dari hotel tempat saya menginap saat itu. Secara tidak sengaja tukang ojek yang saya sewa untuk mengantarsaya ke beberapa daerah di Indramayu untuk kepentingan pekerjaan menceritakan batik khas Indramayu dan berjanji akan mengantarkan saya ke sana untuk melihat-lihat kawasan kampung batik tersebut.

Informasinya sangat menarik sehingga saya memutuskan untuk berkunjung. Jalan-jalan menelusuri gang di sana sendirian, karena Mamang ojeknya betul-betul hanya mengantarkan saya ke depan kawasan perbatikan itu saja tapi tidak menemeni untuk keliling-keliling sehingga saya sempat terbengong-bengong dan celangak-celinguk dulu di awal-awal perjalanan semi petualangan di tempat baru itu. Sepertinya Mamang ojek memang pengemudi profesional yang tidak mencoba mencari peluang sebagai pemandu wisata. Hehehe....Tapi salut sih atas kepekaannya memberi informasi tentang kota tempat tinggalnya pada turis lokal macam saya. Kemampuan memberi informasi ini penting loh karena dengan demikian kita bisa saling belajar tentang budaya dan keragaman masing-masing daerah, serta merasakan betul Bhineka Tunggal Ika itu tidak dapat ditampik dalam kehidupan berbangsa kita. Dan, berbeda itu memang demikian indah.

Keberagaman itu langsung saya tangkap begitu saya disapa oleh seorang ibu muda  di sana. Mungkin saya kelihatan betul celangak-celinguknya. Hehehe...walau aslinya sih mudah banget mengenal yang mana orang asing karena kehidupan sebagian besar perkampungan di Indonesia, kan memang guyub dimana setiap orang mengenal warga di sekitarnya dengan baik.
Ibu muda itu ternyata juga perajin batik dan mengajak saya masuk ke rumahnya. Ia juga  menceritakan dengan begitu detail kekhasan dari batik Indramayu yang motifnya didominasi binatang dan tumbuhan laut karena mereka memang merupakan masyarakat pesisir yang sangat akrab dengan kehidupan laut.

Saya juga sempat diantar berkeliling kampung batik di sana. Di halaman-halaman rumah tersampir batik-batik setengah jadi, perempuan-perempuan yang sedang mencanting dan mencelup warna. Sebagian besar perempuan yang membatik berusia lanjut. Hanya sedikit saja perempuan mudanya.
Pengalaman dari Indramayu membuat saya jadi lebih tertarik mengenal batik dan ternyata kantor saya tidak begitu jauh dari Museum Tekstil di kawasan Tanahabang, Jakarta. Di museum itu saya makin tahu bahwa batik Jogja memiliki motif berbeda dengan batik Solo, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan lainnya. Di antara banyak motif itu, saya paling suka motif batik dari Cirebon. Cirebon tidak hanya memiliki motif megamendung yang kesohor itu loh, saat jalan-jalan ke kawasan batik Trusmi saya menemukan ada batik motif guci-guci Cina, motif tentara kerajaan, dan lainnya.

Oh ya untuk mengenal teknik pembatikan dengan lebih dalam, saya juga sempat menyisihkan waktu bekerja saya untuk ikut kursus membatik di Museum Tekstil. Di sana tak hanya membatik, saya juga diperkenalkan pada jenis-jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan warna alami yang bisa digunakan sebagai pewarna kain, antara lain kayu nangka penghasil warna  kuning muda, kunyit penghasil warna kuning, daun teh menghasilkan warna cokelat, dan daun alpukat untuk warna hijau lumut.
Inti dari pembatikan adalah menggambar motif, menutup motif dengan lilin panas, lalu mencelup warna, melepaskan lilin melalui proses perebusan, menjemur kain yang sudah dibatik, dan merapikan kain.

Nah, sampai di sini dulu ya, tulisan berikutnya akan saya share tentang teknik ikat celup, lukis, dan membuat kain dengan motif dicetak yang lagi ngehits itu. (Yenti Aprianti)

Thursday, March 31, 2016

Memilih Gunting Jahit Berkualitas


Gunting yang berkualitas baik akan mempengaruhi hasil guntingan. Kain yang digunting dengan gunting yang tumpul bisa rusak dengan benang-benang terurai. Mood menjahit bisa terjun bebas gara-gara gunting yang enggak oke ini.

Berikut beberapa tips untuk memilih gunting yang berkualitas:

1.   Sebaiknya pilih gunting yang terbuat dari besi baja.

2.  Tes ketajamannya sebelum membeli. Gunting yang tajam menghasilkan guntingan yang halus.

3.  Agar tetap tajam, gunakan gunting hanya untuk menggunting kain, tidak untuk bahan lain seperti kertas atau plastic, apalagi bahan-bahan keras seperti seng.

4. Untuk menggunting bahan, pilih gunting berukuran 15 – 20 cm dengan pegangan melengkung.
Gunting kain (sumber:aliexpress.com)

5. Untuk memotong atau merapikan benang-benang, pilih clipper atau gunting kecil berujung lancip.

Clipper (sumber: aliexpress.com)

6. Untuk menyelesaikan tiras jahitan kampuh, pakailah gunting pinking atau gunting zig-zag.

Gunting zig-zag (sumber: amazon.com)

7. Untuk membuat lubang kancing cecara akurat, gunakan gunting khusus untuk membuat lubang kancing.


gunting lubang kancing (sumber: fouriborgo.com)


 Ternyata gunting jahit itu macam-macam, ya. Jadi pingin melengkapi koleksi gunting jahit deh. Kalau Anda sendiri bagaimana, sudah lengkap belum peralatan jahitnya? 


Sumber: Goet Poespo, Panduan Teknik Menjahit, Penerbit Kanisius, 2006.

Tips Memilih Benang


foto: freestockphotos.biz


Benang merupakan perlengkapan jahit yang penting dalam kegiatan jahit-menjahit, Enggak ada benang, mau jahitnya gimana, coba?  Benang tidak hanya berfungsi untuk menyatukan potongan-potongan kain pola, tetapi juga memiliki fungsi estetika. Maka jangan pilih benang yang salah, ya.

Berikut beberapa tips memilih benang.
1.      Sesuaikan warna benang dengan warna dasar kain. Jika ingin membuat kesan kontras antara benang dan kain, pilih warna kontras yang sesuai. Bisa disesuaikan dengan warna kain yang dikombinasikan atau  dengan warna yang ada pada motif kain.

2.  Pilih  benang yang kuat dan tidak mudah putus. Jika sudah merasa cocok dengan  sebuah merk benang, selalu ingat merk tersebut saat berbelanja.

3.  Pilih warna benang yang lebih tua dari warna kain sebab jika telah disetikkan, warna benang akan tampak lebih terang.

4.  Untuk keperluan menjelujur (jahit sementara ), pilih warna benang yang kontras dengan warna kain.

5. Pilih benang sutera untuk menjelujur bahan yang mudah meninggalkan bekas seperti  kain beludru (velvet).

6. Untuk bahan katun, linen, dan bahan campuran, pergunakan benang katun mercerized atau yang telah diproses menggunakan bahan kimiawi sehingga lebih lentur dan berkilau.

7.  Untuk bahan sintetik, pilih benang nilon atau benang katun.

8. Untuk bahan sutra dan wol, pilih benang sutra.

9. Pilih benang bordir untuk keperluan khusus missal membuat motif di kain polos.

Sumber: Goet Poespo, Panduan Teknik Menjahit, Penerbit Kanisius, 2006

Tuesday, March 29, 2016

Membuat Frame Foto Mudah dan Cepat



Kemarin main-main ke sebuah mall kecil dan sepi di dekat pusat kota Bandung. Awalnya agak kecewa dengan suasana lengang dengan toko-toko yang tutup di sana-sini. Dari penampakannya, tempat  ini lebih tepat di sebut pasar barangkali ya. karena di dalamnya hanya terdiri kios-kios yang saling berhadap-hadapan. Tak jarang nemu pedagang tertidur begitu saja di lantai kiosnya. Mungkin saking sepinya ya.

Tapi setelah muter-muter, ternyata produk-produk yang dijual di sana lucu-lucu. Awalnya nemu toko yang menjual tali-tali sisa potong. Eh, enggak jauh dari sana ada juga yang menjual karton-karton bekas dengan harga murah. Ada juga kertas warna-warni, manik-manik, sejumlah jenis tali, dan keperluan crafting lainnya. Aduh surga banget deh.

Anak saya yang memang seneng gunting-gunting kertas langsung memilih-milih kertas beraneka warna. Saya memilih karton-karton tebal yang harganya cukup murah. Sebuah karton seukuran buku tulis dihargai Rp 1500 - Rp. 2000 tergantung ketebalannya. Sekalian kami juga membeli lem serbaguna karena anakku langsung punya ide untuk membuat frame foto. Baiklah.

Bahan-bahan untuk membuat frame foto.

Pulang belanja, setelah bebersih dan berisitirahat sejenak, kami pun langsung berprakarya. Ternyata bikin frame foto itu mudah banget. Enggak sampai 30 menit sudah dapat frame foto cantik. Berikut beberapa tahap pembuatan frame foto yang kami lakukan.


1.
Karton tebal disampul dengan kertas warna pilihan anakku, Dia pilih warna ungu dan pink.

2.
Pakai lem serbaguna untuk melekatkan sampul kertas berwarna melekat kuat pada karton.
3.

Pilih salah satu karton yang sudah disampul untuk dilubangi bagian tengahnya. Lalu lekatkan kedua karton. Lalu hiasi sekeliling lubang dengan kancing.  Boleh juga ditambah hiasan lainnya.


Doodle Art: Si Wajah Bunga

Sejak kecil saya senang corat-coret alias doodling. Kertas kosong apa saja bisa jadi korban. Kadang coretan itu bermakna, tetapi kadang juga tidak.

 Beberapa waktu lalu entah kenapa, kangen pingin doodling lagi. Tanpa perencanaan apa-apa, cuma pingin bikin bunga sekaligus  wajah perempuan. Dan...jadilah si wajah bunga ini. Perempuan gemuk yang tampak tak bahagia meskipun hidupnya penuh bunga-bunga cantik. 

Begitulah hidup bukan? Ada kesenangan dalam kesedihan dan ada kesedihan dalam kesenangan. Kebahagiaan datang bersama kesedihan, dan kesedihan hadir dalam kebahagiaan. Ada kekecewaan dalam kegembiraan dan sebaliknya. Begitupun Si Eneng  dalam doodle art karya saya berikut ini. 

karya: Apiyenti

Thursday, March 24, 2016

Menghias Kamar dengan Kincir Kertas

Duuuh udah lama banget ya nggak ngeblog di sini. Padahal sering banget sama anakku ngoprak-ngoprek segala sesuatu. Cuma, ya itu tadi suka lupa upload. Terlalu sibuk bebenah rumah yang setelah crafting serupa kapal pecah. Hihi....

Oh ya, baru-baru ini suamiku ngajarin anakku bikin kincir angin dari kertas. Tapi gagal karena ga bisa diputar. Anakku yang selalu bersemangat tidak pantang menyerah. Ia terus saja membuat kincir kertas  dari pulang sekolah sekitar pukul 11.00 sampai sore.

Enggak cuma mengeluarkan semua kertas warna-warni di kamar buku kami. Tapi juga mengambil sekantung plastik sedotan baru di atas kulkas. "Kan enggak bisa berputar kincirnya, neng," kataku penasaran. "Atuh biarin, bu," katanya cuek. Ih pasti, nih anak punya ide baru di kepalanya.

Setelah sore dia datangi saya yang sedang baca buku Hendrik E Niemeijer berjudul Batavia, Masyarakat Kolonial Abad XVII. "Ibu, lihat. Cantik, kan?" ujar Praba memperlihatkan kincir-kincir angin kertasnya.  "Mau aku pasang di dinding kamar," katanya.

Wooow...emang lucu. Kincir-kincir kertas dengan warna-warna permen. Kuberi nama Candymill. Sebelum remah-remah kertas hasil guntingan dibersihkan anakku, aku memintanya mengajariku membuat kincir kertasnya. Ternyata gampang banget.

Sediakan gunting dan kertas bujur sangkar warna warni.



Lalu gunting tiap ujung kertas bujur sangkar. Jangan sampai menggunting titik tengahnya.



 Lipat hasil guntingannya sampai ke titik tengah.



Gunting kertas membentuk hati dan siapkan double tape (selotif bolak-balik).




Rekatkan kertas berbentuk hati di tengah/titik pertemuan lipatan.



Beri batang (dari sedotan). Jadinya seperti ini....



Tinggal cari deh tempat untuk memajangnya. Happy crafting....












.
. 

Monday, February 25, 2013

Manik Kayu yg Tersisa


Tawaran Itu

















Karena baru nemu lagi blog yang udah terlupakan ini, aku juga baru terusik untuk buka komen yang sempat tak terkelola. Juga email yang kupakai hanya untuk bikin blog ini tak pernah lagi dibuka.

Ternyata...lima tahun itu banyak juga yang terkumpul. Dari email dan komen ada beberapa orang yang tertarik pada craft buatan. Ada yang mesen cuma untuk dirinya. Mengajukan diri menjadi reseller, dan yang terakhir, tawaran untuk membuat makrame untuk diekspor. Hah??? Gak nyangka.Kemarin sempat saya hubungi nomor telp dan email pengirim, tapi belum dapat balasan. Mungkin sudah ganti nomor n email kali karena dikirim oleh yang bersangkutan beberapa tahun lalu.

Soal ekspor, gw sempat tertarik mempelajari ekspor. Sampai nekad menghubungi eksportir untuk belajar beberapa bulan lalu.  Ternyata Bapak yang kuhubungi itu tinggal di Malang. Dia sungguh  baik hati, yang dengan senang hati melayani konsultasi gratis lewat sms, dan rajin membalas pertanyaan-pertanyaanku tentang ekspor meski kita belum saling kenal. Andai gw masih jadi jurnalis, udah gw bikin sosok deh  Bapak satu ini. 

Pesan dari konsultasi terakhir dari Bapak tersebut, "Ayo Mbak, buat atau cari barang yang layak ekspor. Nanti kalau sudah nemu. Mbak bisa langsung praktek. Saya bantu semampu saya," ujarnya yang bermimpi meningkatkan jumlah eksportir dari Indonesia  yang konon jumlahnya masih sangat minim.
 
Saya sempat keluar masuk pameran. Tapi belum nemu barang yang pas. Lalu, lama-lama semangat itu meredup bahkan lupa.  Membaca email tentang tawaran itu dua atau tiga hari lalu, membuat keinginan itu sedikit menyala lagi.



Mimpi Jadi Guru Keterampilan




















Dulu gw pingiiiiiiin banget jadi guru keterampilan. Mungkin karena dulu nyokap gw guru IPA n Kesenian. Sukanya ngumpulin murid buat latihan nyanyi, nari, dan kalau ke kelas selalu bawa alat peraga baru bikinan sendiri dari barang-barang yang ada di dekat kita. Itu membuat gw hobi membuat barang-barang kerajinan/peraga untuk pelajaran IPA dari barang bekas berdasarkan buku-buku panduan untuk guru Ilmu Pengetahuan Alam. 

Andai itu buku masih ada, gw rasa itu buku keren  banget. Kereeen...kerennnn banget. Dia jadi jalan bagi gw keluar dari kebosenan dan menunjukan jalan pada kehidupan yang menyenangkan melalui hal-hal kecil. Dan...mungkin buku itu pula yang menyebabkan suami gw suka menyebut gw Mc Gyver saat  gw mengotak-atik barang rusak atau barang bekas di rumah. Satu lagi, kayaknya buku itu yang pada suatu waktu pernah membuat gw lupa diri melamar ke Jurusan Listrik Arus Besar di pendidikan Siemens. Hahahahaha....padahal gw nyolokin kabel aja ga berani, takut kesetrum. Dorongan dari sebuah buku seringkali membuat gw setengah ga waras dan ga tahu diri.  

Selepas resign dari pekerjaan lama, gw sempoat berencana jd guru keterampilan. Awalnya ketunda kuliah n hamil, melahirkan. Sekarang usia anak gw dah 3 tahun, tapi itu cita-cita ternyata terwujud di rumah aja. Heu..heu...Ga apa, mungkin jalannya baru sampai situ. Kalau di yoga teh, menjalani hidup itu seperti menghirup udara. Dilakukan dengan sadar dan dinikmati agar tumbuh kesadaran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bumi dan sekitarnya. Hihi...nyambung ga? Ini pasti efek baca buku Hidup Sehat dan Seimbang dengan Yoga. 

Oh ya, tulisan pendek ini  saya buat hampir sejam. Karena menulis sambil nyambi bikin boneka gajah berbahan malam dan diminta anakku untuk membuatkan kuku berwarna ungu, juga dari malam.














Sunday, February 24, 2013

Kucing kertas
















Anak gw tuh sukaaaaaa banget sama kucing. Tapi gw ga suka bulunya. Tapi demi menyenangkannya, gw buatkan dia boneka kucing kecil dari kertas. Tentu saja kucing yang ini tak berbulu dan tak menggigit. Wih....anak gw suka banget sama kucing kecil yang kubuat dari potongan kertas koran ini.

Sebelumnya gw tuh paling gemes sama kertas koran pas bagian iklan. Biasanya kan iklan di koran/majalah tuh warna-warni meriah, gimana gitu. Nah dari blok-blok warna  iklan itu gw bikin kucing kertas warna ungu seperti penampakan di samping.

Gelang dari Kemasan Susu Anak

Kalau sebelumnya craft yang gw buat itu edisi lajang. Nah, yang ini edisi emak-emak. Ga heran deh ya, judulnya aja Gelang dari Kemasan Susu Anak. Heu...ceritanya sih, nyoba memanfaatkan barang bekas.

Sejak anakku lepas ASI di usianya yang ke 2 tahun 4 bulan, dia beralih minum susu formula. Kebetulan gw kasih susu bubuk. Biasanya kalau sudah habis, susu tersebut menghasilkan sampah berupa dus dan almunium foil pengemas susu bubuk. Kalau dusnya sering saya simpan untuk dimanfaatkan kembali mengemas barang-barang lain. Sementara almunium foilnya? Biasanya saya buang. Tapi sering mikir, ih sayang  banget ya, dibuang begitu aja. 

Jadi deh, hari ini iseng merajut almunium foil bekas kemasan susu yang sebelumnya digunting tanpa putus dengan lebar  0,5 cm sehingga menyerupai tali. Almunium foil itu kemudian direnda sepanjang pergelangan tangan. Lalu pinggirnya direnda kembali menggunakan benang katun warna coklat. Jadi deh....

Friday, February 22, 2013

wiw nemu lagi















Ya ampuuuuunnnnn....udah lama melupakan blogku ini. Seneng...tapi sedih juga. Terus terang, gw udah lupa juga password blog ini tadinya. Setelah bongkar file sana sini, akhirnya nemu dan bisa mengaktifkannya lagi.
Seneng bisa  membaca kehidupan gw di masa lalu. Iseng banget sih. Ini blog dibuat saat gw maleeeeessss banget kerja. Udah mulai jenuh dan hampir resign.... Finally gw resign juga sih. Bosen, pingin sekolah lagi, pingin dapat sudut pandang dan tantangan baru. Dan sekarang....sekolah pun udah kelar pula dua tahun lalu. Bayangkain itu post terakhir 2008, kan! Sementara ini udah 2013. Lima tahun sungguh banyak hal yang terlupakan.

Sedih...ya sedih. Mungkin ini kenapa Tuhan membuat kita tidak mampu mengingat semua detail dari kehidupan kita. Sedihnya, mungkin karena gw sendiri yang ngejalaninnya dah lupa yang terjadi sama gw di masa lalu. Dan ketika diperlihatkan lagi detail-detail itu, gw jadi membayangkan hidup gw kalo meninggal nanti. Mungkin kerjaannya cuma "nontonin" video hidup gw. Lalu gw ingin merasakan lagi duduk di sebuah tempat di masa lalu, pura-pura tidur biar digendong ibu/bapak ke kamar, berlama-lama ngobrol dengan teman-teman di masa lalu, mengulang masa-masa gendong bayi Praba ke kampus UI untuk kuliah, bimbingan tesis, dan sidang. Tapi kali nanti gw gak akan membawanya buru-buru pulang. Tapi gw bawa ngejar-ngejar burung dulu di halaman depan Departemen Antropologi. Heu..heu.... 

Tapi bisakah  kita  mengulang masa lalu untuk memperpanjang usia kesenangan atau mengubah hal-hal yang tidak menyenangkan?  Mungkin ide reinkarnasi itu lahir dari hasrat manusia untuk selalu memperbaiki hidup dan hidup dalam keadaan baik. Nice. Bersyukurnya gw dijadikan yang Maha Pemilik sebagai manusia.

Seneng,  ya seneng karena meskipun gw gak suka, jenuh, merasa tidak maju dalam berpikir dan tidak kaya dalam sudut pandang di masa itu, gw masih berusaha mengumpulkan sisa-sisa energi untuk menciptakan kesenangan buat diri gw sendiri, lalu terwujudlah happycraft yang gw buat di tangga belakang kantor.

Seneng deh sama kehidupan ini. Muuuuuuuuuaaaaah

Thursday, April 17, 2008

Mikirin Renda Sampe Kebalik




Tadinya mau liputan, eh kok lewat Pasar Baru, Jalan Otista, Kota Bandung. Wah berenti dulu ah. Iseng, nyari yang lucu-lucu. lagian liputannya juga gak janjian kok, cuma lagi keliling2 aja siapa tahu ada yang bagus, sambil mikir tema apa yang bisa gw ambil buat berita besok.

Nah, gak jauh dari tempat parkir, ada toko lagi obral renda. Ih, gw paling gak suka sama renda. Kesannya cewek banget. Feminin gitu. Gak gw banget. Jadi tuh obral renda gw lewatin aja.

Gw jalan kaki, tapi sekitar Pasar Baru lagi rame. Mungkin karena baru aja gajian. Sebel deh ngeliat orang hilir mudik, banyak lagi. Daripada pusing, gw balik lagi aja ke tempat parkiran. Ngelihat orang banyak di suatu tempat dengan seribu omongan berdengung-dengung di sekitar gw, membuat gw seperti dikejar2 lebah. ih....serem deh....Dasar nih ibu-ibu, kok mainnya ke pasar semua...gw kan mau ke pasar juga (lha? emang pasar punya gw!)

Pas balik badan, toko yang ngobral renda kelihatan jelas banget. Gw jadi mikir, "Coba deh lo, pikir2 kira2 kalo lo dihadiahin sebuntel renda, mau lo bikin jadi apa?" Jadi apa ya? Yang kepikiran gw bikin jadi pinggirin rok dalem ibu2. Soalnya waktu gw keciil, gw suka lihat nyokap gw pake rok dan rok dalem yang ada rendanya. Ih....

Eh, gak tahu kenapa, kok badan gw belok masuk ke toko itu. Gw bingung ngeliatin renda banyak banget. warnanya.....aduh ..... pink, biru muda, coklat, krem.......

Pelayannya dah sibuk nanya n ngasih pilihan renda. Gw jadi gak bisa berkutik. Ah, yang mana ya yang gak centil2 banget. Akhirnya gw ambil deh yang warna coklat. Pikir-pikir, gw kan punya kain blacu tuh yang krem. Dikombinasiin dengan renda coolat, mungkin bagus juga.

Ih itu renda panjangnya gak tahu deh berapa meter.. Pokoknya sebuntel deh. Di kamar gw bengong aja. Tuh renda di buat apa ya? Lagi-lagi yang kepikiran adalah tas. Jadi deh tas kayak gini. Tapi pas udah jadi, gw jadi suka. Gak tahu sukanya kenapa.


Tapi.........pas gw lihat-lihat lagi, idih...ternyata rendanya terbalik. Hi...hi...hi..... abis baru kenalan sama si renda.


Btw, tapi saya masih mau "bertualang" dengan renda. Mau "ngerjain" saya biar makin akrab dengan renda, boleh deh pesen nih tas. Harganya murah kok, soalnya bikinnya gak ribet. Beneran.....Kalau mau, bisa hubungi saya di 081546579462

Gambar Jahit



Bosen, kok ngegambar pake pinsil warna terus. Bosen juga ngegambar pake program paint. Kira-kira gimana ya cara ngegambar gaya baru. Ah, males dehh mikirnya.

Setelah ngetik semua berita, ya sekitar jam 9 malem kali. Gw gak ada kerjaan. Ngecek imel males. Ngapain ya? Rasanya tangan gw dah gatel ngapa-ngapain. Mau ngegambar, ya itu, bosen deh.....
Mau main ngebor-ngebor kayu, ah bosen. Mau main sama rempah-rempah, ribet. Lihat benang woll di laci kantor, ih bikin kepala gw kusut. Akhirnya gw "bersembunyi" deh di tangga lantai 3 kantor sambil bawa benang, jarum, dan kain. Tapi gak ngerti mau bikin apa. jadinya malah ngobrol sama para perokok kantorku.

Bosen ngobrol ngalor-ngidul di tangga belakang, akhirnya balik ke meja roni. Niatnya sih mau numpang main game. Tapi kok malah nyari-nyari gambar lucu di internet.

"Ih kenapa gw gak ngegambar dengan jahit tangan aja." Sip****!

Besoknya, gw jadi ketagihan ngegambar jahit. Wah, di kantor, di kos, ngejahiiiiiiit melulu, sampai jari tangan gw bolong2 ketusuk jarum. Tapi asik. Sampe2 baru tidur waktu denger azan subuh. Waaaaa......kok dah pagi. Padahal kan ada janji wawancara jam 9. Langsung gw taro "mainan" baru gw. Lalu, tarik nafas....tarik nafas....tidur deh pulas........

Besoknya gw terusin lagi gambar jahitnya. Setelah dapat beberapa biji, gw jadi bingung, buat apa ya? Kebetulan juga di saat yang sama otak gw lagi seneng mikirin tas n pingin bikin. jadi deh gw modifikasi gambar jahit dan pola tas. Jadinya, tas dengan gambar dijahit tangan. Ini dia hasilnya.
Gw seneng banget sama tas ini. Capek, tapi seneng. Wah sampe setiap sebelum tidur gw lihatin tuh tas. "Wah gak nyangka, kamu jadinya kayak gini." Tas oranye ini gw bikin bareng tas polkadot.

Kalau mau dibikinin tas kayak gini, boleh. Tinggal hubungi saya saja di 081546579462 sekalian gambar yang diinginkan.

Wednesday, April 16, 2008

si babah dan tas polkadot




Mau tampil gaya, tapi bingung mau tampil gimana? Pakai saja polkadot. Motif ini bisa digunakan dalam berbagai kesempatan terutama pada acara yang bersuasana casual seperti ke mall, nongkrong di kafe, acara arisan, atau kampus.

Sejak berabad-abad lalu, orang Inggris sudah menggunakan baju bermotif polkadot, lho. Hebatnya, sampai kini, polkadot tetap eksis. Ini menunjukan motif ini sangat abadi. Gak rugi deh punya koleksi barang bermotif polkadot.

Beneran? akhirnya gw bela-belain cari kain polkadot ke Tamim, Bandung. Eh dapet warna hitam dan merah. Asik, si Babah (pedagangnya) ngasih harga murah untuk kainnya. Lebih murah dari toko lain. Pake didoain lagi biar apa yang gw bikin jadi bagus. "Biar beli kain lagi kes ini," kata si Babah.

Ah...si Babah, ada maunya. Eh tapi emang harusnya gitu kan. Orang hidup kan saling bergantung. Gw kalo mau bikin tas2 casual, pastinya butuh pedagang kain. Pedagang kain butuh orang2 yang hobi n kerjaannya ngejahit kain, kan. Daripada gw beli kain di tempat emak2 yang dieeeeeeeemmmm aja, kalau ditanya sok-sok gak butuh duit gitu, gak bisa turun harga, n lebih mahal dari yang lain, mendingan gw belanja di si Babah. Dah murah, dapet doa lagi.

Setelah beberapa hari nganggur di kamar, akhirnya kain itu gw gunting juga. Lupa waktunya. Mungkin sekitar awal Maret lalu. Ngerjainnya siang malam. Kadang2 di sela-sela liputan, gw bela-belain pulang dulu ke kos buat ngukur2 kain, ngotak-atik model, n menjahit. Eh, lagi asik2 ngejahit, mesin rusak. Sebel deh. Terpaksa kesenangan ditunda.



Besoknya, pagi2 gw cari tukang reparasi mesin jahit. Gak tahunya dia tetangga kos gw. Sip....deh. Sebelum liputan, gw sempet-sempetin ngetuk rumahnya. Dia janji sore dah selesai. tapi karena sore itu deadline, jadi gw ambil mesin esok paginya.



Ih...pagi-pagi, hari Minggu lagi. Males deh liputan. Tapi gw gak punya berita buat besok. Jadi tetep deh harus keliling kota dan menghubungi beberapa narasumber. Tapi meski harus cepet liputan, nasib mesin jahitku gimana ya?



"Wah gak bisa diperbaiki, Neng. Ini sih mesin jahit Cina. Semuanya terbuat dari plastik dan enggak ada suku cadangnya," kata si Bapak. Ya....



Untungnya Bapak reparasi mesin itu nawarin mesin jahit singer segede mesoin tik. Ih, harganya murah banget lagi. Cuma 350.000. Kemartin gw pingin banget tuh mesin jahit kayak gitu. Tapi di Pasar Baru Bandung hartganya sampe 1,2 juta gitu. Heh...males deh. Jadi deh, tanpa basa-basi gw langsung bayar mesin jahitnya. "Mesin jahit Cinanya dijadikan pajangan saja, Neng," kata si Bapak. "Ya...Pak, siap!"



Uh, tapi kerjaan bikin ribet nih. Akhirnya meskipun dah punya mesin jahit lagi, gw akhirnya memutuskan ngejahit di penjahit jalanan aja deh. Sebelum ke kantor, sempet mampir ke si Emang di Jalan Cihapit. Biasanya sih datang ke si Emang kalo mau motong jins yang kepanjangan karena badan gw kependekan dan pinggang gw kelebaran. Maka jins yang gw beli gak pernah sinkron sama ukuran massa.

Besoknya jadi deh tas polkadot ini. Eh ini dibikinnya bareng sama tas kuning yang gw gambar pake jahit tangan. Sip....sip...sip.... makanya sampe kantor langsung gw bawa ke kamar tidur dan gw foto deh....

Akhirnya tas ada di kepala gw kelihatan juga wujudnya.....Yeaaaaaaaaaa.......


Eh, kalo mas, mbak, tuan, dan nyonya pingin punya tas polkadot itu, silahken loh pesen pada saya. boleh sms ke 081546579462 atau kirim email ke sundacraft@gmail.com. ....

Saturday, January 12, 2008

Marah dan Jepang jadul


Di kantor, saat lagi marah-marah, bete...,kesel. Jadinya, boneka cowok Jepang Jadul dengan kimononya. Semua dari bahan bekas. Kainnya dari baju jelek yang aku gunting2, rambutnya dari celana jins Timi (temen kantor gw). kebetulan banget, pas lagi bete, eh Timi lewat sambil minjem gunting dan motong celana jins panjangnya jadi sedengkul. Sepatu n ornamen bajunya dari sisa benang woll. Bahan lainnya, benang jahit yang habis sebelum semuanya selesai dirapikan. Ya, jadi deh jahitannya gak rapi, abis benangnya dah abis duluan. Nih jadinya Cowok Jepang Jadul.
Wah lega deh, akhirnya gw gak bete lagi. Btw, kenapa gw bete n pingin marah ya waktu itu??????
Ntar, ya nginget-nginget dulu.....